Hi,
Berikut adalah beberapa tangkapan serangga yang berhasil dijepret, masih dengan raynox tersayang.
Salam,
Virgani Dhirgacahya
Hi all,
Dari beberapa masukan rekan - rekan di forum, banya yang menyarankan tentang PP (Post Processing). Apa sih yang dimaksud dengan PP ? PP adalah kondisi dimana foto yang kita hasilkan kita oleh dengan menggunakan software seperti Photoshop dan sejenisnya.
Lalu melakukan perubahan / perbaikan atau menambahkan efek / filter. Saya pribadi tidak pernah menggunakan PP untuk semua foto - foto saya. Yang sering saya lakukan adalah melakukan resize dan cropping.
Resize sudah pasti saya lakukan untuk mengecilkan ukuran file agar bisa di-upload. Cropping kadang saya lakukan untuk memperkuat objek yang ingin saya tampilkan.
Kenapa saya tidak menyukai PP ? Untuk saat ini saya lagi mau belajar untuk menghasilkan foto yang bagus dengan kamera saya alias belajar fotografer, dan bukan lagi mau belajar photosopher. Tapi, saya pribadi tidak anti dengan foto - foto yang di PP. Selama foto awalnya sudah bagus, pasti akan jadi lebih bagus lagi kalau di PP.
Berikut adalah contoh contoh foto yang saya cropping:
Bisa kan membedakan foto yang asli dengan foto yang di-cropping ? Yang menyenangkan adalah, ketika foto asli saya cropping maka detail -nya masih terjaga. Malah ketika di-cropping detailnya akan semakin terlihat jelas.
Saran saya, untuk rekan - rekan yang masih belajar sama seperti saya, jangan takut membuat foto yang jelek dengan HS30EXR. Perbaiki foto yang jelek tersebut dengan menggunakan HS30EXR itu sendiri, alias jepret ulang dan ulang terus sampai menghasilkan foto yang bagus. Jangan sekali - kali menggunakan software untuk memanifulasi foto kita. Misalnya membuat warna biru langit menjadi tambah biru atau menghapus objek agar foto kita terlihat semakin ciamik.
Tahap awal, kuasai dulu HS30EXR. Agar bisa menghasilkan foto - foto yang bagus, kalau sudah OK, tahap selanjutnya adalah mengolah foto - foto tersebut dengan software agar hasilnya bisa semakin ok.
Jadi tahapannya adalah: fotografer --> photoshoper :) lah kalau sudah pinter photoshop bagaimana ? Ya pinterin dulu sisi fotografer -nya.
Tetap belajar! dan tetap semangat!
Salam,
Virgani Dhirgacahya
Hi,
Beberapa contoh foto terlampir adalah hasil dari eksperimen saya dengan High-Speed dan kadang menggunakan flash (internal flash).
Jadi di kamera HS30EXR kan ada modus "S" alias speed, kadang saya mainkan sampai angka 60, 80, 100, 200 dst -nya. Hasilnya pasti akan gelap sekali, oleh karena itu untuk mengimbanginya maka saya set internal flash on. Modus macro -nya diset ke macro biasa, jangan yang super - macro. Karena kalau di super - macro internal flash ngak akan nyala.
Sejauh ini sih saya suka, karena menghasilkan efek tonal (warna) yang menarik. Kesann-nya seperti oldiest. Tetapi resikonya adalah beberapa foto akan gelap atau apabila flash -nya terlalu kencang akan menghasilkan refleksi yang jelek.
Untuk meminimalkan efek dari flash bisa menggunakan diffuser, nanti kita bahas mengenai diffuser di post tersendiri.
Silahkan beri komentar mengenai hasil eksperimen ini.
Dari deretan foto di atas, bisa membedakan mana yang menggunakan internal flash dan mana yang tidak ?
Salam,
Virgani Dhirgacahya
Hi,
Lagi mencoba untuk membuat foto - foto dengan tema, jadi kalau selama ini melakukan sesi jepret dengan metode point-and-shot alias keliling cari objek, ketemu, deketin, terus jepret ... sekarang coba mengolah T.K.P dengan memainkan speed dan (kadang) dibantu internal-flash.
Apa hasilnya ? Lihat sendiri ya.
Foto - foto diatas sebenarnya biasa saja, objeknya adalah laba - laba jenis orb-weaver (tolong koreksi kalau saya salah) yang sering ditemukan di taman - taman atau di pekarangan rumah. Kebetulan ini laba - laba termasuk pasif tidak seperti jumping spider yang hobby loncat. Karena pasif, jadi enak buat ambil focus -nya.
Pas kebetulan di T.K.P si laba - laba nongkrong alias membuat sarang di pucuk bunga, saya ngak ngerti apa nama bunganya.
Dengan memainkan high-speed, maka sebagai kompensasinya saya membutuhkan cahaya tambahan. Mau ngak mau harus mengaktikan internal flash, kenapa ? Karena kalau bermain high-speed tanpa dibantu oleh cahaya (baik itu cahaya matahari yang terik atau cahaya dari lampu flash) maka hasil foto kita akan gelap. Kebetulan pas jepret di sore hari yang agak mendung mengundang.
So belakangan ini saya jadi seneng main dengan high-speed, walau ada resiko foto yang diambil jadi gelap. Atau bila kena internal flash, pantulannya jadi jelek sekali. Gpp, dengan melakukan eksperimen terus terusan nanti akan ketemu rumusnya yang tepat.
Foto - foto tersebut di atas tidak diolah (Post Processing) dengan menggunakan software apa pun, hanya di-crop (sedikit) dan di-resize. Efeknya saya suka, jadi kesannya abstract bener, kalau yang full-size dipajang di desktop computer jadi background keren amir.
Yang minat untuk dapetin full-size (original) silahkan PM saja, nanti saya kirim via e-mail. Tapi hati - hati ukurannya besar.
Salam,
Virgani Dhirgacahya
Hi All,
Kali ini mau ngajak si HS30EXR polosan alias nude alias ngak dipasangin aksesoris apa pun, sekalian diajak main jujur Hitam dan Putih alias B/W. Pas lagi ada acara ngak jelas keliling - keliling kota Bogor a.k Buitenzorg, kota terindah di dunia.
Mari kita lihat, seberapa indahnya si HS30EXR kalau diajak main telanjang:
Apa yang menarik ketika kita mengunjungi sebuah kota ? Mulai dari bangunan - bangunan tua yang bersejarah, tempat - tempat ibadah yang banyak ornamen -nya, penduduknya .... Banyak yang bisa kita lakukan secara can-did, alias ngambil photo diam - diam.
Tetap jaga kesopanan ketika kita memasuki sebuah gedung, terutama tempat ibadah. Jaga sopan santun, hormati orang yang sedang beribadah. Sebisa mungkin jangan menggunakan lampu flash, dan aktifkan modus silent di kamera anda (kalau di kamera HS30EXR ada modus silent -nya, flash dan sound all off).
Salam
Virgani Dhirgacahya
Up! Udah tahu kan kalau saya sudah punya galeri ? Silahkan dilihat ya: