Showing posts with label FujiFIlm FinePix HS30 EXR. Show all posts
Showing posts with label FujiFIlm FinePix HS30 EXR. Show all posts

Friday, November 1, 2013

Part 45: Male Heavy Jumper

Hi,

Sudah lama juga ngak bikin pos baru, sekarang bikin dan topiknya khusus mengenai "Male Heavy Jumper". 

Apaan tuh ? Sedikit contekan dari web:
"Heavy Jumper"
Hyllus diardi (Walckanaer) 1837
One of the largest grown jumpers. More than 1 cm. Black with yellow to golden patches on the abdomen and cephalothorax.

Classification: Family Salticidae, Jumping Spiders 
Habitat/Location: Perumahan Ciomas Hill, Bogor Indonesia. Ditemukan sedang merayap di pohon, dan nampaknya menjadikan pohon sebagai sarang / habita pribadi mereka. Sejauh ini tidak pernah menemukan 2 Heavy Jumper dalam 1 pohon.
Caracter: Over confident. Tidak takut pada manusia atau gerakan tangan menutup. Apabila di-block tangan akan selalu mencari jalan memutar.
Ukuran: Sekitar 1Cm -an
Ciri Khas: Berbulu lebat terutama di bagian kaki


Artinya: Laba - laba yang indah :)

Dah sekarang lihat photo nya saja :)










Semua diambil menggunakan:
* Fujifilm Finepix HS30EXR
* Raynox DCR-250
* External Flash EVO
* DIY Snoot Diffuser
* Manual Mode

Alasannya : Mereka mahluk yang cantik, detail yang ditampilkan via mode Manual, Macro On. Terutama matanya yang bulat besar :)

Salam,
Virgani Dhirgacahya

Saturday, August 10, 2013

Part 44: Photo yang baik adalah ...........................

Dear All,

Sebelumnya mau mengucapkan dulu (bagi yang merayakan):



Kali ini mari kita berdiskusi mengenai kriteria photo yang baik itu seperti apa sih ? Rasanya sih berlaku hukum secara global ya tanpa memandang jenis photonya apa (mau macro-an, portrait, landscape dst -nya) sbb:

1. Tajemnya POLLL 
Bila photo itu tentang seekor kumbang, maka kumbangnya harus jelas sejelas - jelasnya. Jangan malah daun atau ranting yang berada di dekat kumbang itu yang lebih jelas.

Hal ini berkaitan dengan POI (Point of Interest), yaitu apa sih yang ingin ditonjolkan dari sebuah photo ? Kalau photo itu tentang seekor kumbang, ya jangan sampai kumbangnya kalah sama daun. Simple -nya sih seperti itu.

Kalau photo landscape ? Ya jangan sampai ada kabel listrik melintang ngak karuan .. karena akan merusak photo itu sendiri.

Untuk mencapai POI yang tajem dan jelas tentunya masalah shake alias geter - geter harus dihindarkan. Jadi waktu ngambil photo ya harus diusahakan stabil, baik itu menggunakan tangan (handheld) maupun menggunakan alat bantu tripod.

Nah ini contoh photo yang POI -nya nge-blur ngak jelas:



Kalau yang ini contoh, POI -nya kekecilan kalah sama daunnya.



Photo yang terakhir ini ngak jelas, mau nonjolin kumbang apa motif daunnya.

2. Cahaya -nya pas - pas ajah
Kadang kalah POI sudah jelas, tapi cahayanya kurang (Underexposure) atau malah berlebihan (overexposure).

Masalah cahaya ini juga harus disiasati, beruntunglah HS30EXR sudah dilengkapi dengan HOT SHOE jadi bisa dicantelin External Flash. Tetapi dalam macro-an harus dilengkapi dengan DIFFUSER, yang akan berfungsi melembutkan cahaya flash.

Contoh berikut ini adalah photo yang kelebihan cahaya sama kekurangan cahaya:




3. Komposisi
Photo yang sudah OK, ngak nge-blur .. tajemnya poll, cahaya super pas .. tapi komposisinya ngak enak ... kadang bikin penilaian orang jadi jelek.

Ini contohnya, kaki si objek kepotong:



Nah masalah komposisi ini kadang bisa diperdebatkan, tetapi memang lebih baik untuk contoh photo di atas apabila si objek nya secara utuh tertangkap. Contoh di atas selain kakinya juga ekornya terpotong.

Nah jadi kalau kata saya sih, photo yang baik itu memiliki kriteria sbb:
1. Tajem super poll
2. Cahaya nya pass
3. Komposisi enak

Dengan kata lain kita dah belajar mengenai POI, OE, UE dan komposisi (Angle / sudut pengambilan).

TIPS and TRICKS:
  • Kalau untuk ngak nge-blur, saya selalu memaksakan menggunakan alat bantu TRIPOD. Ribet emang iya, tapi apa boleh buat. Apabila terpaksa handheld saya akan posisikan kamera di permukaan yang kuat atau menggunakan bagian anggota tubuh sebagai penopang. Misalnya dengan cara tidur di atas permukaan tanah dan siku tangan diletakkan di atas tanah.
  • Selain itu saya juga bermain dengan Modus Manual, atur speed di atas 1/60 - 1/250. Seringnya sih bermain di antara 1/60 - 1/100
  • Karena bermain di high speed, mau ngak mau harus dikompensasikan dengan flash external yang dilengkapi dengan diffuser.
Jadi sebelum minta dikritik sama orang lain mengenai photo yang kita jepret, kita sudah bisa kok melakukan kritik sendiri terhadap hasil photo sendiri. Syaratnya cuman satu: JUJUR.

Hehehehehehe hati nurani kita adalah kritikus paling hebat.

Nah ini adalah contoh photo yang menurut saya sudah baik:


Kalau photo sudah baik, mau di-zoom maksimal hasilnya juga ok. 

Tips and Tricks: Saya suka melakukan CROP-GILA-GILA-AN terhadap hasil photo saya, untuk memastikan ketajamannya. Contohnya seperti ini:



Dua photo di atas ukurannya berbeda loh, yang satu sekitar 100KB dan satunya lagi 700KB. Masih tetep tajem kan ?

Tips and Tricks: Jangan terbuai dengan status JEMPOL atau LIKE di facebook, terkadang status JEMPOL atau LIKE tersebut diberikan karena sungkan atau karena mengharapkan balasan. Bukan selalu berarti bahwa photo kita sudah bagus. Terkadang status JEMPOL atau LIKE tersebut diberikan semata - mata karena kasihan saja.

Sampai sejauh ini saya jujurnya paling malas mengkritik photo orang lain, saya lebih suka memuji photo orang lain yang menurut saya sudah bagus (tajem, cahaya ok, komposisi ok).

Ok, selamat berphoto - ria ...

Salam,
Virgani Dhirgacahya


Tuesday, July 23, 2013

Part 43: Aksesoris

Hi,

Untuk yang penasaran dengan berbagai macam aksesoris apakah yang saya miliki ? Maka artikel kali ini akan membahas mengenai berbagai macam perangkat aksesoris yang saya miliki, atau istilah kerennya "My Gear" :)

Oh ya, artikel ini tidak bermaksud untuk mempromosikan produk atau vendor tertentu. Apabila disebutkan, semata - mata karena itu yang saya punya dan atau juga untuk melengkapi informasi dimana bisa mendapatkannya.

Semua photo dijepret pakai kamera DSLR, kalau hasilnya jelek jangan nyalahin kameranya, tapi salahin yang motonya.

Full Gear

Belakang:

  • Tripod Merk Excell Promos, status punya sendiri
  • Tripod Merk Victory 3001, status dibeliin

Dari Kiri Depan:

  • External Flash merk EVO 620, status pinjaman
  • Lensa tambahan (Wide Lens sekaligus Macro Lens), status pinjaman juga
  • Raynox DCR-250, status dibeliin
  • Diffuser Set merk Godox, status dibeliin
  • Di atas Box Diffuser Godox, kamera kesayangan HS30EXR. Status bentar lagi lunas via credit card
  • Di samping Box Diffuser, Ring Flash merk Starlite. Status pinjaman
Depan:
  • Filter Close Up +4
  • Filter Close Up +10
  • Filter FLD 
  • Filter CPL
  • Filter ND
  • Lens Hood
Godox Diffuser:

Fungsinya untuk meredam kekuatan lampu flash external, 1 set isinya macam - macam. Seperti terlihat pada gambar di atas. Belinya di www.mlmfoto.com, harga silahkan cek sendiri.

Dipakai sehari - hari kalau pas mau macro-an, bersama dengan tripod Victory atau Excel Promoss.


Posisi terpasang: HS30EXR + Raynox DCR + External Flash Evo + Diffuser merk Godox.

Pro Tama Wide Lens / Macro Lens:

Baru sekali dipakai dan kurang begitu suka dengan hasilnya, lebih suka dengan hasil dari si Raynox.

Aneka Filter:

Kebanyakan beli dari www.aksesoriskamera.net, harga dicek sendiri ya. Dulu sebelum pakai Raynox, selalu mengandalkan Close Up Filter. Kadang digandeng CU +10 dengan CU +4, hasilnya hanya membesarkan saja, tetapi ketajaman menjadi berkurang. 

Filter lainnya nyaris tidak pernah terpakai, cocoknya untuk photo landscape. So, pertimbangkan matang2 lain kali kalau mau beli filter apakah akan terpakai atau hanya sekali - kali saja terpakainya.

TAS:


Yang kiri merk LowePro, belakangan lebih sering pakai yang ini. Bisa muat: HS30EXR + Raynox terpasang, external flash, diffuser Godox yang softbox, battere, fotomate rail, kabel data. Kadang suka dipaksa masuk juga handuk kecil + penutup lengan yang dari kaos itu (biar ngak gosong lengan kalau lagi blusukan ke lapangan).

Yang kanan adalah tas pertama yang dibeli, di Toko Aneka Foto di Pasar Baru Jakarta Pusat. Murah meriah hanya Rp. 60.000 saja, ngak pakai label. Hanya muat HS30EXR + Raynox terpasang.

Tripod:


Yang hitam manis adalah si Victory. Kokoh dan berat serta rada ribet makainya, tetapi saya suka. Sedangkah yang silver adalah si Excell Promos, ringan dan terkadang ada kesan ringkih. Tetapi di lapangan yang membutuhkan kecepatan maka si Excell Promos ini dapat ngeladenin. Karena ringan untuk dioperasikan.

Fotomate:

Gunanya untuk membantu focus, tempelin di tripod lalu kamera nempel di fotomate. Jarang dipakai, karena agak ribet saja makainya :)

Setingan Makro:

Dengan Raynox terpasang, Diffuser dan external flash juga terpasang maka zoom yang mentok saya set ke angka 300 (lihat di body lensa).

Tripod perlu ngak sih ?
Buat saya perlu dan mutlak, nyaris semua photo makro saya menggunakan tripod. Kecuali yang objeknya di atas tanah, maka kamera saya letakkan di atas tanah.

Kan repot pakai tripod itu?
Bener sekali, repot dan melelahkan. Tetapi karena photo makro membutuhkan kestabilan yang luar biasa dan tangan saya ngak mampu untuk stabil selain karena faktor saya demen banget ngambil close-up (jarak ujung lensa ke serangga sekitar 5-10 cm) maka tripod amat sangat saya butuhkan.

Lah terus kalau repot, gimana donk makainya ?
Berlatih dan terus berlatih, kuasai tripod kamu kuasai medan kamu. Dekati serangga dengan diam dan tenang, setting tripod lalu jepret. Selesai dah.

Wah saya sih pakai handheld terus..........
Yo wis, terserah. Kalau memang merasa nyaman silahkan. Tapi saya percaya kalau objectnya dijepret dari jarak agak jauh dan agak besar ya handheld saja :)

Tripod itu ngak guna bro!
Kalau ngak guna kok ada yang buat dan jual ? Kalau memang merasa nyaman menggunakan handheld ya jangan pakai tripod. Gitu aja repot :) Saya sih seneng pakai tripod .....

Ring Flash:
Nah yang ini jarang saya pakai, berat sekali. Ditempelin ke external flash dan sering merosot :) .. hasilnya juga saya rasa ngak terlalu bagus lah, lebih bagus pakai softbox. Kecuali kalau menggunakan ringflash yang menempel di ujung lensa. Tapi belum ketemu.

Gear Sehari - Hari:
  • Tas LowePro
  • HS30EXR + Raynox DCR 250 terpasang
  • External Flash EVO 620
  • Battere AA Cadangan, merk apa saja. Suka beli eveready isi 6 Rp. 10.900
  • Fotomate
  • Tripod Victory + Tas -nya
  • Kabel Data
Saya rasa cukup segitu dulu ya, kalau ada yang mau ditanyakan silahkan ditanyakan.

Yang mau lebih detail mengenai aksesoris kamera Fuji silahkan gabung di Forum Fuji di Facebook (search sendiri saja). Di bagian dokumentasi ada dibahas banyak mengenai Lampu Flash, juga bisa tanya2 sama rekan - rekan disana.

Yang mau tanya soal harga, silahkan cek ke website yang sudah saya berikan di atas. Atau search di google.

Salam,
Virgani Dhirgacahya

Monday, June 24, 2013

Part 42: Digital Art - Macro

Hi,

Lama ndak update :) Sekali - kali jenuh juga hunting dan keringetan terkena panas nyengat di lapangan, jadi boleh lah kita bermain - main dengan photo yang kita miliki dengan menggunakan aplikasi pengolah grafik yang banyak bertebaran.

Silahkan dinikmati hasil Digital Art - Macro ini, semua photo asli tetap diambil dengan kamera kesayangan HS30EXR + Raynox, lalu ditambahkan efek seperlunya. Photonya sendiri ngak diutak - atik lagi.













Salam,
Virgani Dhirgacahya

Friday, June 7, 2013

Part 41: Raynox

Hi,

Kali ini mari kita bahas lebih jauh tentang si Raynox.

Yang ingin tahu lebih jauh mengenai raynox, dapat me-refer ke www.raynox.com. Ringkasnya: Raynox adalah lensa untuk keperluan MAKRO. Dengan demikian maka objek yang cocok untuk dijepret dengan Raynox adalah objek yang berukuran kecil. Jadi jangan pernah tanya ya apakah Raynox dapat digunakan untuk melakukan pemotretan photo model, jawabannya sudah jelas.

Apa itu Raynox ? Raynox adalah lensa yang berkualitas tinggi dan memiliki daya pembesaran sampai dengan 2x tanpa mengorbankan kualitas gambar. Ukuran lensa Raynox adalah 49mm, sementara ukuran lensa HS30EXR adalah 58mm.

Paket Pembelian Raynox isinya apa ? Box, Plastic Box untuk menyimpan lensa, lensa raynox itu sendiri, penutup lensa depan belakang, buku manual dan universal raynox adapter. Garansi ? Ngak ngerti dan ngak perduli dengan garansi.

Belinya dimana dan harganya berapa ? Banyak yang jual kok. Cari saja secara on-line. Yang tinggal di Jakarta silahkan merefer ke www.mlmfoto.com. Harga berkisar dari Rp. 745.000 s/d 900.000.

Cara pasangnya bagaimana ? Baca buku manualnya untuk memasang lensa Raynox ke Universal Adapter (ada gambarnya kok). Lalu pasangkan Raynox yang sudah dilengkapi dengan Universal Adapter ke ujung lensa HS30EXR, di universal adapter -nya ada penjepitnya. Jadi seperti memasang penutup lensa HS30EXR yang kita dapatkan sewaktu membeli kamera HS30EXR.



Universal Adapter untuk ukuran lensa berapa aja ? Dari manual Raynox mulai ukuran 52mm s/d 67mm bisa memakai Universal Adapter Raynox.

Kamera saya merk YYY, bisa pakai Raynox ngak ? Baca donk dari atas, jangan malas. Kan udah dijelasin kalau raynox itu sifatnya "Snap-On" alias di tempel di ujung lensa. Nempelnya gimana ? Pan udah dijelasin di atas ? Males baca sih ... nempelnya pakai Universal adapter ukuran 52mm - 67mm.

Kamera saya merk YYYY, ukuran lensanya berapa ya ? Haiyaaaaaaa mana saya tahu ? Mangkanya kalau beli kamera atau peralatan elektronik dibaca donk buku manualnya. Pasti ada, kalau masih ngeles bukunya hilang atau apa, kan bisa cari di Internet ? Hayo, cari tahu sendiri ukuran lensa kamera anda berapa ?

Cara pakainya bagaimana ? Kamera tentunya harus sudah dinyalakan. Setel di mode "S" atau "M", terserah enaknya seperti apa. Nanti di kamera akan terlihat vignette. Seperti gambar berikut:



Lok kok ada vignette ? Sebelumnya sudah dijelaskan di atas bahwa ukuran lensa Raynox adalah 49mm, sementara ukuran lensa HS30EXR adalah 58mm. Karena lensa raynox ditempelkan di ujung kamera HS30EXR dan karena ada perbedaan ukuran lensa, maka akan membentuk efek lingkaran hitam yang disebut dengan vignette.

Lalu cara mengatasi vignette bagaimana  ? Gampang, zoom kamera HS30EXR. Kira - kira 5.7x atau sampai angka 135 di bagian lensa HS30EXR.

Wah, rugi donk! kalau ada vignette  ? Ya kalau memang merasa rugi ya jangan dibeli. Saya pribadi ngak merasa terganggu dengan vignette, nyantai - nyantai aja tuh. Kok bisa nyantai ? Ya iya lah, karena objeknya lebih kecil daripada belalang mantis di atas, mau ngak mau ya saya harus zoom biar dapet jelas. Kalau masih ngeyel merasa rugi ya jangan beli mas bro ... vignette bukan untuk diributin :) 

Cara mencari fokusnya bagaimana  ? Dengan Raynox terpasang, maka urutan kerjanya adalah sbb:
  1. Cari objek yang menarik dengan ukuran kecil, seperti misalnya kumbang, nyamuk, anak belalang, bunga rumput yang super kecil dlsbg -nya.
  2. Nyalakan kamera, dan pastikan settingan kamera sudah ok (Shutter Speed, Apperture, ISO, Modus Macro),
  3. Jarak ujung lensa dan objek kira - kira adalah 5cm s/d 10cm
  4. Maju mundurkan kamera sampai mendapatkan objek yang fokus di layar HS30EXR, dan tekan tombol shutter speed 1/2 untuk mengunci fokus. 
  5. Bila sudah yakin, tekan penuh tombol shutter speed.
Simple kan ?

Kelemahan Raynox:
  • Ada vignette, harus diakalin dengan zoom atau gambar di-crop
Keunggulan Raynox:
  • Kualitas nya T.O.P BANGET
  • Harga murah
Informasi tambahan:
Saya pernah  mengalami universal adapter raynox saya patah di bagian pengaitnya karena jatuh, untuk yang butuh silahkan hubungi www.mlmfoto.com. Saya dapat di situ spare partnya, cari di pedagang lain ngak dapat.

Ya udah, coba lihat hasil photonya yang pakai raynox:
Ini laba - laba ukuran kecil +/-1cm. Saya kasih 2 gambar, yang di-cropped sama yang asli.


Dapat diperhatikan bahwa ukuran asli sebelum di-cropped gambarnya sendiri sudah gede. Jadi saya cropped sedikit saja. dan ketika gambar itu di-zoom pun masih terlihat detail bener. Saya pernah cetak di kertas ukuran A3, dan gambarnya masih ngak pecah.

Ada yang lebih kecil lagi ngak ? Ada donk ... nih dah dikasih ...

Semua gambar di atas ngak dicrop ya, kecuali disebutkan (yang laba - laba). Kelihatan ngak vignette -nya ? Ngak kan ?

Semoga membantu ya.

Salam,
Virgani Dhirgacahya

Thursday, June 6, 2013

Part 40: Koleksi Raynox

Hi,

Berikut adalah beberapa tangkapan serangga yang berhasil dijepret, masih dengan raynox tersayang.























Salam,
Virgani Dhirgacahya